PERTAMBANGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN MEMAJUKAN BANGSA

MANFAAT INDUSTRI PERTAMBANGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN.
Tahukah kalian kalo ternyata pertambangan itu tidak membahayakan lingkungan kita jika dikelola dengan baik? Bahkan Kegiatan pertambangan memberikan dampak positif yang sangat luar biasa baik dari segi ekonomi maupun manfaat sosial bagi warga dan lokasi disekitar area pertambangan.
Dari segi ekonomi Pertambangan memberikan pendapatan bagi negara yang begitu besar yakni dalam bentuk Iuran, retribusi dan pajak. Pembagian royalti ini juga mempunyai aturan tersendiri yakni tertuang dalam UU No. 25 tahun 1999 yang kemudian direvisi menjadi UU no. 33 tahun 2004 Dimana royalti sebesar 20 % akan menjadi milik pusat dan 80 % sisanya akan dibagi ke provinsi sebesar 16 %, 32 % untuk KOTA/KABUPATEN LOKASI PERTAMBANGAN dan sisanya yakni sebesar 32 % untuk kbupaten yang berada satu provinsi dengan kota/kabupaten lokasi pertambangan. Sehingga kabupaten atau daerah dimana lokasi pertambangan dapat maju dan mensejahterahkan rakyatnya. Jadi jangan takut kalo pendapatan tersebut akan di monopoli oleh negara. Sebut saja contoh kabupaten Bontang yang membekukan PAD sebesar 368.05 juta rupiah yang juga merupakan salah satu PAD kabupaten/kota terbesar di nusantara pada tahun 2009 (BPS edisi Agustus 2010). Selain itu Provinsi Kalimantan Tmur merupakan provinsi yang mempunyai upah buruh tertinggi di Indonesia yakni sebesar 2.15 juta rupiah per bulan. Seperti halnya yang kita tahu bahwa kabupaten Bontang dan Provinsi Kalimantan Timur ditopang oleh industri pertambangan batubara dan perminyakan.
        


Dari segi lingkungan kegiatan pertambangan sering kali dianggap sebagai biang kerok kerusakan lingkungan, namun faktanya teman-teman, aktivitas pertambangan tersebut jika dikelola dengan hati-hati dan berdasarkan UU yang berlaku maka pertambangan dapat memberikan keadaan lingkungan yang baik bagi daerah sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya kegiatan pertambangan seringkali menggali tanah dan batuan dalam skala yang besar. Penggalian tersebut merupakan kegiatan utama dimana material yang digali merupakan lapisan tanah penutup ataupun bijih atau batubara itu sendiri. Seringkali mineral berharga terdapat dibawah tanah atau batuan penutup (Overburden), sehingga untuk mendapatkan mineral berharga maka batuan penutup tersebut terlebih dahulu harus dikupas, itulah sebabnya areal pertambangan terlihat gersang seperti gambar berikut.