Posts

Backpacker ke Lombok dari Bali - Blogger

Image
My Trip to Lombok Kami memulai perjalanan kami dari Kosan kami tercinta di Denpasar, Bali. Perjalanan menyebrang dari pulau Bali ke pulau Lombok adalah pengalaman kami yang pertama. Perjalanan dimulai jam 7 pagi, kami berlari mengejar matahari ke timur dan tiba di pelabuhan penyebrangan Padang Bai di kabupaten Karangasem, Bali pukul 9.30 pagi. Biaya menyebrang dari pulau Bali ke pulau Lombok dihitung per kendaraan. Kami mengendarai motor. Satu motor biayanya 112 ribu rupiah. Jadi Biaya penyebrangannya adalah 56 ribu per orang. Perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai ke Pelabuhan Lembar, Lombok adalah sekitar 5 jam menggunakan Ferry. Kapal Ferry yang kami gunakan dilengkapi fasilitas yang bagus. Ruangan AC untuk penumpang, tempat sholat, dan WC yang bersih. Kalau gak mau di dalam ruangan ber-AC bisa ke dek atas menikmati angin dan menikmati suhu yang hangat. Kalau mau sembari ngisi perut di ruang penumpang terdapat cafeteria. Harga pop mie (tentunya udah disiram dengan air panas, heh...

Pentingnya Sebuah Perencanaan

Image
Sebagai anak muda, mungkin beberapa dari kita nanti akan lulus dari universitas. Setelah lulus, itulah dunia yang sebenarnya. Dunia yang sangat menantang. Semakin cepat kita memahaminya, maka semakin cepat kita bisa antisipasi kemungkinan terburuk. 1. Apa yang terjadi setelah lulus? Sebagian dari kita akan langsung kerja. In some cases , sebelum wisuda udah ada kerjaan. Tapi case ini hanya sebagian kecil dari kita. Orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang mempunya networking yang baik, mempunyai skill tertentu yang betul-betul dibutuhkan, punya bisnis keluarga yang settle . Namun kebanyakan dari lulusan perguruan tinggi yang baru akan nganggur terlebih dahulu, dan masa menganggur ini bisa berlangsung selama setahun loh. Setahun = 12 bulan = 365 hari. Sungguh banyak waktu yang terbuang. 2. Dunia kerja adalah pertarungan nyata Kita tentu sudah sering melihat lowongan kerja di Handphone kita. Lowongan tersebut mulai dari Management Trainee atau Fresh Gradu...

The Journey on the YLCCC 2017 in Lampung

Image
YLCCC stands for Youth Leadership Camp for Climate Change. This camp is a platform for young leader to build networking and to get soft and hard skill to tackle the climate change. The YLCCC is part of UN CC (United Nation on Climate Change) learn events. It is organized by The Climate Reality Project Indonesia and UNESCO office Jakarta and supported by Swiss Agency for Development and Cooperation. I joined in program in Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) National park. There were three series of camp. Previously it was conducted in Cibodas Biosphere Reserve and Gunung Leuser National Park.  TNBSS is located on Lampung Province, in southern part of Sumatra, Indonesia. It covers an area about 365,000 ha and it is home to some of endangered and endemic fauna and flora such as Raflesia Arnoldi Flower (Raflesia sp), Sumatran Elephant (Panthera tigris) , Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) , and Gajah Sumatra (Elephas maximus) . The journey to TNBSS is one of...

Backpacker ke Toraja dari Makassar - Blogger

Image
Perjalanan kami mulai dari kota Makassar. Memang pada saat itu Makassar lagi macet-macetnya karena kami mengadakan perjalanan ini pada malam tahun baru 2017. Perjalanan Makassar - Toraja Utara menempuh jarak kurang lebih 360 km dan memakan waktu 8 - 11 jam tergantung kecepatan berkendara, kepadatan jalan raya dan kondisi jalan. Rute keberangkatan adalah menuju ke arah utara dengan melewati jalan poros Makassar - Pare-pare. Jangan lupa untuk berfoto di tugu Habibie Ainun saat masuk di kota Pare-pare. hehehe. Setelah sampai di Pare-pare, perjalanan bisa menuju arah kabupaten Sidrap atau menuju ke Pinrang. Perjalanan malam itu memaksa kami untuk menginap di kabupaten Pinrang soalnya kami harus istirahat dan melanjutkan perjalanan di Pagi hari. Kami menginap di Rumah nenek. Jangan lupa makan Nasu palekko di Pinrang. Makanan pedes khas Pinrang. Dari kota Pinrang, kamu bisa melewati jalan poros Pinrang - Enrekang. Perjalanan akan dihiasi oleh pemandangan sawah yang luas....

LEAVING THE COMFORT ZONE

Image
Seberapa pentingkah untuk meninggalkan zona nyaman? Sangat penting, terutama bagi pengembangan potensi diri. Sebagai seorang yang besar bersama orang tua di kota tempat saya mengenyam pendidikan, saya tentu mendapatkan zona yang sangat nyaman disini. Tidak perlu memikirkan biaya kos, biaya makan, atau biaya air dan listrik. Tak perlu nyuci pakaian, nyuci piring, dan masak. Setidaknya saya bersama zona nyaman saya hingga menyelesaikan semester tiga. Setelah menyelesaikan semester tiga, yang terkenal dengan sebutan semester neraka karena dihuni oleh lima lab, saya pun memutuskan untuk mulai mandiri dan meninggalkan zona nyaman. Langkah pertama untuk menjadi seorang yang mandiri adalah mandiri secara finansial. Sejak awal semester 4 saya memutuskan untuk bekerja paruh waktu untuk menafkahi diri saya. Yah, terlepas dari keinginan untuk lepas dari orang tua, motivasi utama saya adalah meringankan beban orang tua saya yang harus menghidupi enam orang anak. Pekerjaan paruh wak...