KULIAH DI TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Ada banyak persepsi mengenai kuliah di Teknik Pertambangan. Kalo orang mendengar jurusan ini pasti langsung menghubungkan dengan emas, batubara, besi. Ada juga yang menghubungkan dengan beberapa perusahaan ternama seperti Freeport atau PT INCO (sekarang: PT Vale). Beberapa miskonsepsi yang biasa saya dengar adalah “wah nanti kerja di pertamina dong” atau “wah berarti harus belajar kemudi alat berat yah”.. Waduh.

Di teknik pertambangan, fokus utamanya adalah mineral dan batubara. Jadi, disini minyak tidak dibahas secara detail. Namun, ada juga beberapa alumni Teknik Pertambangan yang kerja di perusahaan oil and gas. Disini memang kita banyak belajar alat berat. Tapi untuk mengemudikannya, kita tidak mempelajarinya. Kalo belajar mengemudi, yah ambil kursus mengemudi dong.

Well, secara singkat, teknik pertambangan adalah ilmu yang mempelajari bahan galian mulai dari teknik mengambil, mengekstraksi, mengolah, hingga mempelajari ekonomi dari bahan galian tambang. Bahan galian tambang tidak terbatas pada logam dan batubara, namun bisa juga batuan kalsit (bahan baku semen), batu granit (yang dipakai untuk lantai), dan masih banyak batuan lainnya.

Beberapa mata pelajaran yang akan dipelajari adalah, perpetaan, lingkungnan, K3, ekonomi mineral, peledakan, eksplorasi, geoteknik (Kelerengan), mekanika tanah dan mekanika batuan. Kita juga mempelajari hukum dan manajemen pertambangan. Beberapa skill yang bisa didapatkan antara lain menggunakan software tambang yang berfungsi untuk membuat peta dan menghitung cadangan, menghitung kemungkinan longsor suatu lereng, serta perencanaan tambang, menggunakan alat perpetaan seperti kompas, Theodolite, Total Station, dan GPS. Skill lainnya seperti menggunakan microscope, pengolahan data statistik, dan identifikasi mineral batuan.

Anak teknik tidak kuliah lagi di kampus Tamalanrea, namun udah punya kampus sendiri di kampus gowa. Jadi susah mengunjungi fakultas yang lain.

Sampai berita ini ditulis, ada sekitar 48 Program Studi Teknik Pertambangan yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui akreditasi jurusan tambang dapat di cek disini.. Well, Hasilnya baru satu prodi yang memiliki akreditasi A yakni di Institut Teknologi Bandung, dan 7 prodi yang memiliki akreditasi B diantaranya: Unsri, UPN Jogja, UNHAS, STTNas Sleman, Unisba Bandung, UMMU Ternate, dan Univ Trisakti. So, secara umum Teknik Pertambangan mempunyai penilaian secara nasional (Akreditasi senantiasa berubah, untuk lebih update lihat di website BAN-PT).

Di Universitas Hasanuddin, teknik pertambangan mempunyai passing grade yang cukup tinggi. Bahkan pada tahun 2013 pernah menjadi jurusan yang paling ketat persaingannya. Pada Tahun 2016, passing grade teknik pertambangan UNHAS mencapai 39,87%. Passing grade UNHAS tahun 2016 dapat dilihat disini. Untuk SBMPTN di tahun 2016, Teknik Pertambangan UNHAS hanya memiliki daya tampung sebesar 18 dan peminat sebanyak 1557.

Mahasiswa yang lolos di teknik pertambangan unhas adalah mahasiswa pilihan yang telah lolos seleksi nasional yang ketat. Tidak heran, mahasiswa teknik pertambangan telah mengukir sejumlah prestasi diantaranya urutan ke 5 pada Indonesian Student Mining Competition pada tahun 2013. Tidak berhenti disitu, menjadi mahasiswa teknik pertambangan tidak membatasi saya untuk berkarya dan berlomba baik skala nasional maupun skala internasional. Dari ilmu dan skill yang didapatkan disini saya berhasil mengharumkan almamater dengan menjadi juara 1 dalam lomba International Paper Contest, Mining Fair, Universitas Negeri Padang, serta mewakili Indonesia dalam Young Southeast Leaders Initiative (YSEALI) di University of Montana, Amerika Serikat, dan Pertukaran Pelajar di University of Technology Sydney, Australia.

Thomas Jefferson Memorial
Washington DC, Amerika Serikat
Opera House
Pertukaran Pelajar ke Australia

Kehidupan kampus mahasiswa pertambangan juga akan diwarnai dengan kehidupan organisasi. Organisasi yang menaungi mahasiswa teknik pertambangan UNHAS adalah Persatuan Mahasiswa Tambang Universitas Hasanuddin (PERMATA UH). Mahasiswa akan disibukkan dengan organisasi sejak semester 4. Namun, pengurus himpunan adalah mahasiswa semester 6 dan 7. Didalam organisasi mahasiswa akan belajar dalam membuat kegiatan, meningkatkan interpersonal skill, belajar bekerja sama dalam tim, hingga teknik sidang dan kesekretariatan. Kegiatan yang dibuat mulai dari skala lokal seperti kegiatan English Camp yang melibatkan enam universitas yang ada di Makassar, hingga skala nasional seperti MINESPACE yakni lomba karya tulis dan keahlian tambang yang dihadiri oleh berbagai macam kampus di Indonesia.

Persatuan Mahasiswa Tambang UNHAS
Kekaraban Mahasiwa yang Serasa Berada Diantara Keluarga

Selama jalannya proses perkuliahan, akan banyak kegiatan praktek dan kuliah lapangan. Kuliah lapangan ini yang sangat menyenangkan. Setelah belajar teori dan melihat banyak slide presentasi dari dosen, dibantu dengan modal surfing di google, mahasiswa akan mengunjungi langsung objek yang telah dipelajari.


Kuliah Lapangan di Tambang Bijih Sulfida, Sangkaropi, Toraja Utara
Kuliah Lapangan di Tambang Bijih Sulfida, Sangkaropi, Toraja Utara


Kuliah Lapangan Geologi Struktur, Daccipong, Kabupaten Barru
Kuliah Lapangan Geologi Struktur, Daccipong, Kabupaten Barru

Ekskursi ke Tambang Batubara PT Indominco, Kabupaten Bontang
Ekskursi ke Tambang Batubara PT Indominco, Kabupaten Bontang

Belajar teknik peledakan di PT Tonasa, Kabupaten Pangkep


Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kuliah, mahasiswa akhir teknik pertambangan akan belajar ke perusahan tambang dalam bentuk magang dan tugas akhir. Tugas akhir ini merupakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data berdasarkan studi kasus yang menjadi cikal bakal skripsi.

Magang di perusahaan batubara
Magang di Perusahaan Tambang Batu Bara
Setelah menyelesaikan studi, para alumni mempunyai beberapa pilihan dalam dunia kerja. Pada umumnya para alumni akan terserap di perusahaan tambang dengan beragam posisi seperti Operation Engineer, Mine Plan Engineer, Blasting Engineer, Dispatch Engineer, Project Control, dsb. Beberapa dari alumni juga melanjutkan studi dan menjadi researcher dan tenaga pengajar, beberapa yang kerja di Bank dan badan keuangan lainnya, dan ada juga yang memilih untuk mengembangkan bisnis.

Namun, terlepas dari perjalanan panjang studi di kampus, hal itu tidak akan terasa lama. Karena didalam perjalanan, mahasiswa mining ditemani oleh teman angkatan, teman seperjuangan. Secara Pribadi, bersama mereka saya merasakan ikatan seperti layaknya saudara. Semuanya kita alami. Mulai dari begadang bersama, makan, tidur, ospek, hingga jahilin junior. Saya bertemu dengan orang yang mempunyai karakter yang beragam dan dari daerah yang berbeda-beda. Hal ini tentunya menjadi pembelajaran yang penting terutama mengenai cross culture. Sehingga ketika saya lulus, momen-momen main gaplek, playstation hingga nongkrong di warung menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan.

Detonator 2011
Nongrong di Anjungan Pantai Losari

Penulis : Zulkhaidir Purwanto (Teknik Pertambangan UNHAS 2011)
12 September 2016 (Lebih tepatnya 5 hari setelah di wisuda)

Popular posts from this blog

Backpacker ke Toraja dari Makassar - Blogger

Camping di Bulusaraung