Backpacker ke Toraja dari Makassar - Blogger

Perjalanan kami mulai dari kota Makassar. Memang pada saat itu Makassar lagi macet-macetnya karena kami mengadakan perjalanan ini pada malam tahun baru 2017. Perjalanan Makassar - Toraja Utara menempuh jarak kurang lebih 250 km dan memakan waktu 8 - 11 jam tergantung kecepatan berkendara, kepadatan jalan raya dan kondisi jalan.


Rute keberangkatan adalah menuju ke arah utara dengan melewati jalan poros Makassar - Pare-pare. Jangan lupa untuk berfoto di tugu Habibie Ainun saat masuk di kota Pare-pare. hehehe.


Setelah sampai di Pare-pare, perjalanan bisa menuju arah kabupaten Sidrap atau menuju ke Pinrang. Perjalanan malam itu memaksa kami untuk menginap di kabupaten Pinrang soalnya kami harus istirahat dan melanjutkan perjalanan di Pagi hari. Kami menginap di Rumah nenek. Jangan lupa makan Nasu palekko di Pinrang. Makanan pedes khas Pinrang.

Dari kota Pinrang, kamu bisa melewati jalan poros Pinrang - Enrekang. Perjalanan akan dihiasi oleh pemandangan sawah yang luas. Memasuki wilayah Enrekang, lanskep akan berbeda, yakni dipenuhi oleh bukit dan pegunungan. Jalan pun berkelok - kelok khas jalan pegunungan. Namun view-nya sangat keren dan udaranya sangat sejuk. Jangan lupa untuk berfoto di gunung Nona, icon dari kabupaten Enrekang.

Visit Enrekang
Gunung Nona, ikon kabupaten Enrekang
Enrekang juga terkenal sebagai penghasil buah-buahan terutama salak. Penjual salak bisa terlihat disepanjang jalan. Harganya Rp. 20 Ribu udah bisa dapat satu keranjang. 

Setelah melewati kabupaten Enrekang, selanjutnya kami memasuki kabupaten Tana Toraja. Berbeda dengan warga kabupaten Enrekang yang mayoritas muslim, warga Toraja mayoritas beragama kristen. Tapi warga toraja ramah banget. Tiap kali kami bertanya jalan mereka dengan ramah menolong kami. Kami pun sempat bertamu di rumah warga, dan mereka ramah banget.

Hal yang perlu dicatat, Tana Toraja dan Toraja Utara adalah dua kabupaten yang berbeda. Kabupaten Tana Toraja (orang juga biasa menyingkatnya menjadi tator) ibu kotanya adalah Makale dan kabupaten Toraja Utara ibukotanya adalah Rantepao. Kabupaten Toraja akan ditemui terlebih dahulu setelah kabupaten Enrekang. Kota Makale adalah kota yang indah. Dijalan utama, tepatnya di jalan merdeka, dekat plaza Makale, terdapat Masjid Raya Makale. Setiap perjalanan ke Toraja, saya selalu singgah untuk sholat disini. 

Setelah melewati masjid, maka akan terlihat plaza makale. Disitu merupakan pusat kota dimana terdapat kampus UKI Toraja, bank - bank, pertokoan, dan kantor pemerintahan. Plaza Makale adalah bundaran, ditengah -tengah kolam terdapat patung Pongtiku. Pahlawan nasional asal Toraja. Kalau melihat ke sebelah kanan, maka akan terlihat patung Yesus berdiri tegak di puncak bukit kota Makale. Teman-teman kalo kesini bisa naik kesana berjalan kaki menaiki anak tangga menuju puncak. Patung Yesus ini menyerupai patung yang ada di Rio De Jeneiro, Brazil. Bahkan ukuran patung ini mengalahkan patung yang ada di Rio, dan merupakan patung Yesus tertinggi di dunia.


Makale Plaza Toraja
Plaza Makale
Kabupaten Tana Toraja dan kabupaten Toraja Utara adalah salah satu spot wisata andalan Sulawesi Selatan. Jadi jangan heran kalo terlihat banyak turis baik turis domestik maupun internasional. Wisata andalannya adalah wisata budaya, wisata religi, dan wisata alam.

Setelah melewati kabupaten Tana Toraja, perjalanan dilanjutkan di kabupaten Toraja Utara. Pembeda dari kota ini adalah patung di bukitnya. Di Makale terdapat patung Yesus, kalau di Makale terdapat patung salib yang besar disebelah kiri. Sama, pengunjung juga bisa naik menuju puncak dari patung ini. 

Perjalanan explore toraja kami dimulai di kelurahan Bori, kecamatan Sesean, kabupaten Toraja Utara. Pemandangannya sangat asri, sejuk dan indah. Pemandangan desa dihiasa dengan sawah dan rumah tongkonan, serta lumbung warga. Bentuk lumbung dan rumah tongkonan sangat mirip. Namun ukuran lumbung lebih kecil karena lumbung digunakan untuk menyimpan hasil panen pada lantai atas dan pada lantai bawah digunakan sebagai tempat berkumpul warga. Dalam keadaan santai biasa digunakan untuk duduk santai dan ngobrol, musyawarah, dan pada upacara kematian digunakan sebagai tempat berkumpul memanjatkan doa.

Bori Toraja
Suasana Kelurahan Bori, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara
Di kecamatan ini terdapat kompleks Megalit, yakni kompleks kuburan tua khas suku Toraja. Harga tiket pada objek wisata ini adalah Rp. 10 ribu rupiah. Pengunjung bisa melihat kompleks kuburan tua dan rumah tongkonan unik. Kuburan orang toraja relatif unik karena mayat diletakkan kedalam bantu besar yang telah dilobangi. Dalam satu batu besar terdapat banyak kuburan. Di situs ini juga terdapat kuburan bayi. Tempatnya istimewa karena terletak di batang pohon besar yang ditutupi oleh ijuk. 115 meter dari kompleks megalit, terdapat rumah tongkonan yang unik karena mempunyai lebih dari 200 tanduk kerbau yang diletakkan di bagian depan rumah tongkonan.
Toraja Mythical
Simbuang Batu - Sesean

Traditional House Toraja
Rumah Tongkonan Unik

Old stone grave Toraja
Kompleks Kuburan Megalit

Perjalanan kemudian kami lanjutkan ke Lolai yang terkenal sebagai negeri diatas awan. Objek wisata ini terdapat di kabupaten Tana Toraja. Di Akhir tahun 2016, Ibu Jokowi berkunjung ke tempat ini. Akses menuju tempat ini lumayan menantang tapi menyenangkan. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung tidak perlu mendaki, melainkan bisa mengendarai mobil atau motor. Namun jalanan menuju puncak tidak lebar dan berliku serta terdapat perbaikan jalan di beberapa titik. Di musim penghujan jalanan bisa sangat licin. Sebagai catatan, di awal januari merupakan musim pancaroba. Terdapat hujan namun dengan intensitas rendah. Di daerah ini terdapat beberapa objek wisata. Yang terkenal adalah negeri diatas awan serta spot paralayang. Tiket masuk negeri diatas awan Rp. 10 ribu. Di area ini juga terdapat kafe dan rumah makan serta disewakan penginapan dan tenda bagi wisatawan yang ingin bermalam. Harga tenda berkisar 80 - 150 ribu. Sedangkan harga sewa penginapan berkisar 350 ribu - 400 ribu pada hari libur. Satu kamar bisa menampung sampai 12 orang. Pengunjung juga dapat menikmati suasana menginap di rumah adat tongkonan dan lumbung. Suasananya sangat dingin terutama di malam hari. Namun dari poin ini, pengunjung dapat melihat keindahan kota Rantepao dari malam hari. Suasana pun akan semakin indah pada malam tahun baru karena kita bisa melihat riuh dan warna-warni petasan. Tempat ini akan sangat ramai terutama di liburan natal dan tahun baru bahkan bisa mengakibatkan kemacetan loh. Untuk menikmati awan, waktu yang paling tepat adalah sekitar jam 5 sampe jam 7 pagi.

Negeri diatas awan Toraja
Lolai. Negeri diatas awan Toraja - sekitar jam 6 pagi
Jangan lupa ketika balik ke Makassar. Mampir ke kete' kesu. Disini kita bisa melihat rumah adat toraja kuno dan megalit kompleks pekuburan. Lokasinya satu kilometer dari pusat kota Rantepao. Disini juga pengunjung bisa membeli oleh - oleh khas Toraja. Di waktu - waktu tertentu diadakan upacara adat rambu solo. Tiket masuk di area ini adalah Rp. 10 ribu. Disini juga kamu bisa melihat langsung tengkorak manusia dan patung - patung hasil ukiran untuk mengenang jenazah.

Old grave stone Kete Kesu Toraja
Kompleks kuburan tua Kete Kesu, Toraja Utara

Kete Kesu Toraja
Patung Ukiran Jenazah

Traditonal house Tongkonan of Toraja
Rumah tongkonan tua Kete Kesu
Demikian perjalanan saya di Toraja kali ini. Masih banyak lagi objek wisata Toraja yang bisa dikunjungi. Saya masih ingin berkunjung ke kolam alam Toraja. Semoga saya bisa berkunjung lagi. Terima kasih telah membaca. Saya mengutip quote dari Pramoedya Ananta Toer yang saya copy paste dari postingan teman saya, kanda Marwan Upi, sebagai berikut:

"orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. menulis adalah bekerja untuk keabadian"


Terima kasih telah membaca tulisan saya. Mohon saran dan masukannya.

Lolai trip cost
Zulkhaidir Purwanto - Saat di tenda negeri diatas awan, Lolai, Toraja Utara

Popular posts from this blog

KULIAH DI TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

AYVP 2017 Experience